Alasan Ngeblog









Akhir tahun 2014, saya mulai ngeblog. Waktu itu binggung mau nulis apa. Browsing sana sini nyari tema yang kece buat blog. Nyatanya ga gampang. Serius! Bikin tambah galau dan berujung laper. Belum kelar urusan tema datanglah ketakutan lain. Cara biar ide ngalir gimana ya? Kan tiap hari kudu posting.

Ternyata beneran ga mudah. Rasanya pengen nyerah. Tapi dari hasil browsing, pilihlah tema yang kalian suka. Saat itu saya lagi asik sama online dating. Jumlahnya banyak banget. Ada yang dari lokal, interlokal sampe internasional. Mulai yang gratis sampai harga member bikin nangis.

Melalui pengalaman pribadi, saya tulis saja hasil masuk ke site itu. Alhamdulillah dua minggu setelah postingan pertama. Ada perempuan yang kontak. Rasanya waktu itu senang banget. Kaya pahlawan hihihi. Ternyata ada manfaatnya ya. Apalagi menyelamatkan seseorang yang hampir kena tipu.

Alasan lain nulis tema online dating? Simple aja. Waktu itu ga banyak blog yang share hasil investigasi secara lengkap. Sekalinya ada, bahasanya ga personal. Mirip baca text book. Kan males.  Bersyukur banget perempuan yang jadi korban di online dating mau berbagi. Saya posting email plus nomer telepon yang dipakai scammer. Alhamdulillah membantu banget. Bahkan foto hasil curian scammer yang saya pajang. Biar yang mampir ke blog bisa tahu foto yang dipakai tipu-tipu.

Dalam perjalanan ngeblog, ternyata ga mudah menjaga konsistensi. Saya ga bisa update setiap hari. Bahkan sampai berbulan-bulan kosong. Tapi pas iseng buka dan artikel masih ada yang  membaca, rasanya ada energi buat nulis yang datang tiba-tiba.

Selain konsistensi update, rasanya susah menjaga konsistensi isi. Banyak hal yang menjadi bahan seru buat ditulis. Ga lagi tentang online dating. Tetapi hal lain yang ga terpisah dari diri saya, travelling.

Karena obsesi itulah saya membuat blog lain dengan alamat traveldiarygue , responnya cukup bagus. Padahal artikel sederhana tentang perjalan di beberapa tempat. Tapi jadi kurang efektif, karena harus posting di dua blog terpisah. Apalagi dihandle sendirian. Saya bukan full time blogger. Cuma karyawan biasa yang punya pekerjaan offline alias napak tanah.

Blog yang sebatas hobi, memindahkan tulisan dari diary ke dunia maya nyatanya butuh keberanian. Apalagi kita share tentang aib pribadi. Bukan sekedar membuka aib, tapi dimaknai sebagai pengalaman yang bisa dibagi agar orang lain tidak mengalami kejadian serupa.

Tahun 2017 ini masuk tahun ketiga saya ngeblog. Saya ingin menyatukan kedua blog saya misshansiponlinedating.blogspot.com dan traveldiarygue.blogspot.com ke dalam satu blog. Agar saya lebih mudah mengupdate.
Bisa dibilang misshansip ini personal blog. Tapi ga menutup kemungkinan akan berevolusi menjadi yang lebih besar lagi. Saya ga hanya bicara masalah online dating dan travelling saja, namun juga postingan cerpen yang pernah saya tulis di blog lain.

Blog ini “Rasa Eki” sesuatu yang “Gue Banget”. Blog ini tumbuh seiring dengan bertambahnya pengalaman saya. Blog ini akan menjadi saksi perjalanan saya sebagai single di usia 34 yang tentunya tidak mudah dilalui. Single yang berjuang mencari cinta sejati. Dan ketika langkah saya terhenti karena rasa lelah. Rasa pasrah yang kini muncul. Biarkan Allah menuntun cinta sejati yang kelak menemukan saya.

Blog ini juga akan menjadi sejarah. Catatan tentang saya menjadi seorang Ibu dan membesarkan malaikat kecil. Waktu itu pasti akan datang. Pasti. Dan saya yakin.

Saya sadar betul pernikahan tidak semata-mata karena deadline usia. Banyak pernikahan yang saya temukan berujung perpisahan. Jika dengan bangga dikatakan “gue nikah duluan” tapi sangat ga lucu menjadi sebuah olokan “tapi lo divorce duluan” .

Lantas bagaimana saya menyikapi status single saat ini? Berkarya. Salah satunya melalui blog ini. Salah duanya meminta langsung cinta sejati saya di rumah Allah. Insha Allah.

Wahai wanita single sejagad maya, jangan biarkan statusmu saat ini membuatmu minder. Kalian normal. Ga sendirian. Dan ga usah lebay jadi wanita paling menderita di dunia. Karena sesungguhnya yang paling menderita itu sakit gigi.

Kalau diantara kalian ada yang punya hubungan bertahun-tahun sama seseorang dan belum dapet restu,  please ditinjau ulang. Pertama pacaran itu ga memberi manfaat apa-apa selain nambah dosa. Kedua waktu yang kalian lewati bersama khawatir ga barokah karena belum halal. Ketiga, saya sudahi dulu ya. Insha Allah kita sambung lagi.



Sikap Menunda Pekerjaan





Shutterstock.com























Menunda pekerjaan adalah kebiasaan buruk saya. Terutama waktu kuliah. Hampir sebagian besar tugas kuliah saya tunda. Dikerjakan di detik-detik terakhir. Tidak tahu kenapa rasanya malas banget. Selain itu saya sering kali teledor. Tidak mencatat jadwal ujian dengan baik. Saya pernah lupa kalau ada UAS. Untungnya masih bisa lulus mata kuliah tersebut.

Diantara teman satu angkatan, saya yang paling terakhir lulus. IPK paling jelek. Terjun bebas. Tidak ada harapan diterima kerja di tempat yang layak.Menunda pekerjaan atau tugas adalah sikap buruk yang membuat saya tidak sukses sebagai mahasiswa. Saya dicap sebagai "tukang cari masalah " oleh dosen. Hampir semua dosen mencap jelek.

Kuliah molor sampai semester terakhir. Pilihannya hanya di DO atau lulus. Dengan setengah hati, sisa-sisa energi dan support dari sahabat, akhirnya saya lulus.

Mencari kerja ? Hampir tidak pakai ijasah. Saya menggantikan adiknya Uci. Awalnya saya menolak. Tapi karena didesak akhirnya saya terima juga. Mei 2011 akhirnya saya menggantikan posisi adiknya Uci. Langsung kerja. Tidak pakai training. Learning by doing. Setelah ambil gaji pertama. Saya baru memasukkan lamaran kerja.

Bulan pertama, saya menerima  banyak komplain. Caci maki. Dimarahin ga jelas. Maklum , kantor ini aneh. Tidak ada training dan penjelasan detail bagaimana harus mengerjakan ini dan itu. Saya bekerja di bagian administrasi sekaligus customer service. Alhamdulillah dalam 3 bulan. Saya paham bagaimana membuat arsip yang baik. Dimana alur berkas. Dan siapa yang harus saya kontak di kantor pusat.

Kebiasaan buruk Menunda pekerjaan ? Tidak terjadi dalam bekerja. Malah saya menunjukkan performa kerja yang baik. Saya memang dendam bagian administrasi kampus ITS saat itu. Ada seorang staff yang seenaknya sendiri. Bekerja lambat. Tidak melayani dengan baik. Tidak ramah. Dan tidak memberikan solusi.

Jadilah saya bertekad menjadi admin yang cekatan. Alhamdulillah terkabul dan diakui oleh klien.  Pekerjaan cepat selesai. Memberi banyak kemudahan dan banyak yang akhirnya jadi teman.

Sikap menunda memang tidak baik. Secepat mungkin tugas diselesaikan. Akan semakin baik. Dengan begitu kita punya track record yang cool.  Membangun nama baik tidak mudah. Tapi Insha Allah bisa.

Ternyata merubah kebiasaan buruk bisa ya. Semuanya karena motivasi dalam diri. Kalau kamu punya kebiasaan buruk. Coba deh mulai ubah. Semuanya bisa kalau mau. Keinginan yang kuat akan memberikan energi luar biasa untuk berubah. Saya saja bisa. Dari seseorang  yang dibenci sampai akhirnya sekarang banyak yang memuji. Dalam konteks hasil kerja ya. Semua karena tekad yang kuat! Kamu pasti bisa.

Saya


"Kalau dia masih Mengejar bagaimana mba ?"
Saya bukan Tuhan. Tidak tahu apa yang ada di dalam hatinya. Bagi saya semuanya jelas. Dia telah menikah. Tinggal terpisah. Beda kota. LDR. Itu pilihan. Dan keputusan mereka.

Saya juga tidak berpikir dia akan mengejar. Untuk apa? Dia telah punya kehidupan sendiri begitu juga dengan saya. Sekeras apapun dia menarik perhatian saya, hal itu akan sia-sia.

Keyakinan kami berbeda. Saya menghargai dia sebagai seorang Hindu yang taat. Dan tidak sedikitpun saya berusaha untuk menariknya masuk menjadi seorang muslim. Saya dan apa yang saya lakukan adalah bagian dari syiar islam itu sendiri.

Saya menghargai buku Hindu yang telah dihadiahkan. Isinya sangat bagus. Sungguh kagum dengan keindahan agama Hindu. Tapi tentu hal itu tidak akan membuat saya masuk ke dalamnya.

Saya tahu, dia sangat kecewa. Sama seperti saya yang kecewa dengan apa yang dia lakukan.
Tapi apa yang harus disesali jika semua bagian dari Takdir hidup.

Saya hanya menjalani hari demi hari. Mengenapkan takdir. Percaya bahwa setiap yang terjadi adalah skenario Allah. Sebuah jalan yang akan membawa saya ke takdir berikutnya.

Tidak ada waktu untuk berpikir "bagaimana kalau dia mengejar saya ?"
Sungguh saya ingin meninggal dalam keadaan beriman sebagai seorang muslim.

Workshop Menulis




Step By Step
Seminggu yang lalu saya menerima email. Sangat telat rasanya membalasnya. Tapi saya balas daripada tidak sama sekali. Seorang perempuan berkenalan dengan laki-laki yang ditemui di single muslim. Karena perempuan itu, saya jadi buka blog ini kembali. Kangen banget menulis. Menulis apa saja. Random juga gak apa-apa❤. 

Apakah saya berhenti menulis? Tidak. Tahun ini saya sudah dua kali ikut workshop menulis. Februari 2017 saya ikutan kelasnya Tempo Institute di Jakarta. Selama empat hari belajar menulis feature. Fresh rasanya tapi kurang dapet feelnya.

Di bulan April-Mei 2017 saya gabung kelasnya Salman Aristo belajar nulis skenario film. Delapan kali pertemuan dalam dua bulan. Setiap hari Jum'at saya terbang ke Jakarta. Kelasnya tiap hari Sabtu. Minggu sore saya kembali ke Surabaya. Sangat melelahkan. Tapi seru.

Tiga hari setelah pertemuan terakhir, manager workshop menghubungi saya. Rasanya ga percaya, deg-deg an. Tapi mungkin saya terlalu GR kali ya. Tapi daripada minder. Saya minta waktu selama satu minggu untuk membuat contoh tulisan.

Selesai sampai disitu? Engga! Karena ternyata buat dapat sertifikat workshop, peserta wajib menyelesaikan naskah. Kita dikasih waktu 2-3 minggu. Alhamdulilah kemarin sudah saya kirim. Akhirnya kelar juga. 

Sampai hari ini saya masih menunggu kabar. Semoga saya diberi kesempatan untuk jadi penulis skenario. Minta doanya semua ya :) 





Travel



Koin Euro pertama saya. Hanya satu-satunya. Tersimpan dengan rapih. Menjadi doa untuk datang ke Eropa suatu hari nanti. Insha Allah. Astra, wanita asal Lithuania yang memberikan. Suatu pagi dia bersiap jogging. Dia butuh koin bath. Lalu dia menukarkan koin Euro dengan koin bath yang saya punya. Memori yang tertancap jelas ketika backpacking di Bangkok 2014.

Ada rasa rindu untuk menjelajah lagi. Namun saya harus menahan diri untuk sementara waktu. Tabungan yang ada, saya siapkan untuk mendirikan rumah baca.

Namun ketika melihat koin Euro itu, rasa rindu begitu mendera. Bismillah, ketika ada rejeki lebih saya akan kembali backpacking ke luar negeri. Untuk sementara, cukuplah saya backpacking di dalam negeri dulu.

Eropa sudah lama menjadi impian saya. Sejak SMA, ketika membaca majalah di perpustakaan sekolah. Terutama Jerman. Saya benar-benar jatuh hati dengan negara tersebut. Teknologi dan science yang dimiliki begitu membius saya. Setiap kali backpacking bertemu dengan orang Jerman, saya merasa sangat senang. Saya katakan betapa kagum dengan negaranya.

Keinginan untuk melanjutkan studi master masih saya simpan sampai hari ini. Entah kapan akan terwujud. Tapi Insha Allah, cepat atau lambat akan terwujud. Seperti ketika membuat paspor 2012. Tidak tahu kapan akan berangkat. Yang penting punya dulu. Hingga dua tahun berikutnya bisa backpacking.

Dulu saat masih kuliah dan tidak punya uang sama sekali. Saya menulis daftar negara yang ingin saya datangi. Di selembar kertas. Alhamdulillah negara yang saya tulis jadi kenyataan. Akhirnya kesampaian juga. Kata-kata adalah kekuatan. Kata-kata adalah doa.

Entah kapan akan berangkat ke Jerman, saya simpan dulu. Setidaknya koin Euro pertama saya menjadi semangat untuk pergi ke sana. Bismillah